Home » » Khutbah Jumat : Kabar Gembira Bagi Yang Sabar

Khutbah Jumat : Kabar Gembira Bagi Yang Sabar


KABAR GEMBIRA BAGI YANG SABAR 



Artinya : 
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orangorang yang sabar, (yaitu) orangorang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun" (artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orangorang yang mendapat petunjuk". (Al-Baqarah 155, 156 dan 157). 

Tidak ada seorangpun manusia yang kekal di muka bumi ini oleh karena itu hendaklah kita mempersiapkan bekal amal shaleh untuk kita bawa menghadap kepada Allah SWT. Kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"

Kehidupan ini penuh dengan bermacam-macam ujian dan cobaan, untuk mengukur sampai sejauh mana keimanan, ketekunan beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT. 

Di dalam ayat di atas disebutkan bahwa Allah pasti akan menguji hamba-Nya dengan bermacam-macam ujian, antara lain diuji dengan rasa takut, yakni takut berjuang, takut berkorban, takut kehilangan dsb. Apakah rasa takut ini menghalangi kita untuk beribadah kepada Allah atau tidak. Ini semua merupakan ujian Allah. 

Allah juga menguji hamba-Nya dengan kelaparan. Apakah kelaparan ini menghalangi untuk taat kepada Allah. Dan bagaimana reaksi umat Islam lainnya yang ketika itu tidak mendapat ujian kelaparan, sampai sejauh mana perhatian, sumbangan dan pengorbanan mereka terhadap kaum yang dilanda kelaparan tersebut. 

Yakinkah kita, percayakah kita bahwa apa yang kita keluarkan dan kita sumbangkan untuk kepentingan ummat Islam akan mendapatkan pahala dan mendapatkan ganti dari Allah Subhanahu wataala. 

Temasuk ujian Allah juga adalah ketakutan terhadap kekurangan harta, perasaan-perasaan selalu kurang, kalau infaq mampunyai perasaan hartanya berkurang, selalu takut usahanya rugi, atau mendapatkan malapetaka, dan ketakutan-ketakutan lain yang berkaitan dengan kekurangan harta. Apakah hal itu menjadi penghalang untuk beribadah kepada Allah, atau justru semakin tekun beribadah. 

Allah menianjikan kepada hamba-Nya bahwa Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik dan memberikan rizki yang tidak terduga dari mana asalnya kepada hamba-Nya yang selalu bertaqwa dan bertawakkal kepada-Nya. 

Misalnya disebutkan di dalam surat Ath-Thalaq ayat 2 dan 3: 


Artinya : 
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu " 

Allah juga menjanjikan kepada hamba-Nya yang tekun melaksanakan shalat di tengah malam akan diberikan tempat yang terpuji. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra' ayat 79: 


Artinya : 
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji" 

Janji Allah itu disertai dengan ujian, untuk mengukur sampai sejauh mana kemampuan hamba-Nya di dalam meraih janji itu. 

Yang terakhir Allah menguji hamba-Nya dengan takut akan mati. Beranikah kita menjadi Syuhada' untuk membela agama Allah, atau justru kita takut menghadapinya. Seperti umat Islam Bosnia yang saat ini sedang dalam keadaan perang, kalau niat mereka untuk memperjuangkan dan membela agarna Allah, maka seandainya mereka mati dalam peperangan itu, mereka akan mendapatkan predikat Syuhada' (mati di dalam membela agama Allah). Pahala mereka adalah Syurga yang sudah menantinya. Orang-orang yang sabar di dalam menghadapi ujian, Allah akan memberikan kabar gembira dan keberuntungan di akhirat nanti.

Sabar bukan berarti menyerah terhadap nasib, tetapi justru sabar itu adalah tekun, ulet dan pantang mundur (pantang menyerah) di dalam menghadapi segala cobaan dan ujian Allah. 

Cobaan dan ujian Allah yang diberikan kepadanya tidak mengurangi ketaatan dan ketekunan ibadahnya, tidak menyurutkan niatnya, bahkan mereka rela mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk kepentingan agama Allah. 

Dan ketika mendapatkan musibah orang-orang yang sabar selalu mengatakan "Inna lillaahi wa-innaa ilaihi raaji'uun" 

Kita ini adalah milik Allah. meskipun tidur di kasur empuk, jauh dari bahaya, kalau Allah menghendakinya, kematian akan datang menghampirinya. Kabar gembira yang akan diberikan adalah mendapatkan keberkatan yang sempuma, rahmat dan petunjuk. 

Di ayat lain disebutkan bahwa orang-orang yang sabar dan menguatkan kesabarannya, serta bertawakkal kepada Allah akan mendapatkan keberuntungan (kemenangan). (Ali Imran ayat 200). 


Artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah Kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-,siap (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung' . 

Ada dua ujian dalam hidup ini, yakni ujian yang berupa nikmat dan ujian musibah. Ketika ujian nikmat datang, mampukah kita mensyukurinya dengan sedikit menyisihkan harta itu untuk kepentingan agama Allah. Dan ketika ujian musibah datang, mampukah kita untuk bersabar menghadapinya. Semoga kita termasuk orang yang sabar. 

Khutbah Jum'at pada tanggal 2 Oktober 1992 di Kantor Pusat BRI. 

0 comments:

Post a Comment