Home » » Khutbah Jumat : Anugerah Tuhan

Khutbah Jumat : Anugerah Tuhan


Oleh : Drs. H. Zuber Dymyati 

Artinya : 
"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". (Al-Israa' 70). 

Jama 'ah Shalat Jum 'at yang berbahagia. Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah lebih mulia dan lebih istimewa dari pada makhluk-makhluk ciptaan Allah lainnya, sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Israa' ayat 70 di atas. 

Ini suatu bukti bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia Al-Qur'an kembali menegaskan : 


Artinya : 
"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam ", maka sujudlah mereka kecuali Iblis". (Al-Baqarah 34). 

Dari dua ayat ini, membuktikan bahwa makhluk manusia mempunyai martabat dan derajat yang mulia di Sisi Allah SWT. Kemuliaan martabat dan derajat manusia itu diiringi dengan amanat Allah yang begitu berat dan istimewa yang tidak mungkin bisa diemban oleh makhluk-makhluk lainnya. 

Amanat pertama yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah beribadah kepada-Nya, sebagaimana disebutkan dalam firrnan-Nya: 


Artinya : 
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (Adz-Dzaariyaat 56). 

Dalam rangka beribadah kepada Allah, maka manusialah yang pertarna kali mendapat tuntutan. Ibadah tidak hanya terfokus kepada masalah shalat, zakat, haji dan sebagainya, akan tetapi ibadah dalam arti komplek, yakni hubungan kita kepada Allah "Hablun minallah " dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia "Hablun minannas". 

Dalam kaitan ibadah manusia dituntut agar tidak ketinggalan, sebab secara tuntas dan totalitas hidupnya adalah untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dengan ikhlas dan juga rela meninggalkan aktifitas-aktifitas lainnya. 

Dalam beribadah kepada Allah hendaklah kita berusaha melaksanakannya dengan khusyu', yakni seakan-akan Allah berada di depan kita, atau Allah selalu melihat kita. Rasulullah pernah menyatakan . 


Artinya : 
"Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, seandainya kamu tidak melihat-Nya, maka percaya dan yakinlah bahwa Allah senantiasa mengetahui apa yang kamu kerjakan ". (Al-Hadits). 

Adapun amanat kedua yang dibebankan oleh Allah kepada manusia adalah manusia sebagai makhluk sosial sekaligus Ebagai pemimpin di muka bumi ini. Sebagaimana firman-Nya : 


Artinya : 
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". (Al-Baqarah 30). 

Sebagai pemimpin di permukaan dunia ini manusia bertugas untuk mengatur dan melestarikan segala sesuatu ciptaan Allah di alam dun.ia ini. 

Bukan sebaliknya, justru kehadiran manusia ke muka bumi ini adalah untuk membuat kerusakan-kerusakan terhadap alam ini. Karena begitu beratnya tugas manusia di permukaan bumi ini, maka manusia diberikan peralatan-peralatan oleh Allah Yang Maha Kuasa. 

Peralatan pertama adalah akal. Allah memberikan akal kepada manusia pada hakekatnya adalah untuk memikirkan segala kejadian-kejadian ciptaan Allah yang ada di alam semesta ini. 

Hendaknya kita memikirkan kehebatan dan keindahan yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini. Semua ciptaan Allah pada hakekatnya diperuntukkan untuk manusia agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

Keamanan dunia dan ketenangan serta ketentraman masyarakat yang ada di dalamnya tergantung kepada alam fikir manusia. Kalau manusia berfikir positif untuk memajukan dan Mensubur makmurkan alam dan masyarakat yang ada di dalamnya, maka akan terwujud. Tetapi sebaliknya. kalau manusia berfikir negatif untuk menghancurkan alam dan masyarakatnya. maka akan terwujud juga. Oleh karena adanya kerusakan dan kehancuran di permukaan bumi ini adalah disebabkan karena akal fikiran yang telah Allah anugerahkan kepada mereka tidak dipergunakan secara positif justru sebaliknya dipergunakan secara negatif. 

Allah menganugerahkan aka] fikiran kepada manusia agar dipergunakan untuk memikirkan apa yang terbaik untuk kemanfaatan orang lain, bukan sebaliknya untuk merugikan orang lain. 

Jama'ah Shalat Jum 'at yang berbahagia. 
Peralatan kedua yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah ilmu pengetahuan. Dengan pengetahuan akan terlihat perbedaan derajat dan martabat seseorang. Allah berfirman : 


Artinya : 
"Allah akan meninggikan orang orang yang beriman di antaramu dan orang orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". (Al-Mujadilah 17). 

Dengan ilmu pengetahuan seseorang mampu memperoleh pangkat dan jabatan yang tingg. Ilmu pengetahuan merupakan manfaat dan berkah. Oleh karena itu Islam mewajibkan umatnya mencari ilmu pengetahuan, sebab ilmu pengetahuan mampu membedakan antara yang hak dengan yang bathil. 

Khutbah Jum 'at pada tanggal 15 Oktober 1993 di Kantor Pusat BRI.

Khutbah Jumat : Anugerah Tuhan

0 comments:

Post a Comment