Home » » Shalat Antara Maghrib Dan Isya ( AWWABIN )

Shalat Antara Maghrib Dan Isya ( AWWABIN )


Shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain

Yang dimaksud dengan shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah shalat sunnat yang pelaksanaannya itu ada kaitannya atau berhubungan dengan ibadah ibadah yang lain.

Adapun shalat (sunnat) yang termasuk dalam kategori shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah sebagai berikut :
Di dalam blog ini akan kami bahas secara rinci mengenai shalat shalat shalat tersebut. Akan tetapi, untuk kali ini kami akan membahas mengenai shalat : 

SHALAT ANTARA MAGHRIB DA ISYA ( AWWABIN)

Shalat awwabin adalah shalat sunnat yang dikerjakan setelah mengerjakan shalat sunnat ba’diah maghrib dan huumnya adalah sunnat ghoiru muakkad, namun tidak ada hadits yang menerangkan hal tersebut secara jelas. Namun, daripada waktu yang kosong itu digunakan untuk hal hal yang tidak berguna, alangkah baikny jika kita mengerjakan shalat awwabin dan memperbanya dzikir kepada Allah SWT. Sebuah hadits yang bersumber dari Hudzaifah ra telah menerangkan bahwa :



“Aku (Hudzaifah ra) pernah shalat maghrib bersama Nabi SAW kemudian setelah beliau shalat , beliau berdiri lagi untuk mengerjakan shalat, dan beliau senantiasa mengerjkan shalat tersebut sampai shalat isya, baru kemudian beliau keluar” (HR Imam Ahmad dan Tarmidzi)



Bilangan rakaat shalat Awwabin


Bilangan rakaat shalat awwabin itu paling sedikit dua rakaat dan sebanyak banyaknya enam rakaat.

Tata cara shalat awwabin


Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)

Adapun pengerjaan shalat awwabin itu sendiri pada dasarnya sama dengan shalat shalat sunnat lainnya.hanya saja niatnya yang berbeda. 

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya. ( Lebih lengkapnya disini saudaraku : http://www.carasholatdhuha.com/2017/01/keanehan-anjuran-melafazhkan-niat.html )

Disamping itu ada juga sedikit perbedaan pada bacaan surat yang yang dibaca setelah surat Al Fatihah . dimana dalam shalat awwabin setelah membaca sural Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas sbanyak enam kali dan surat Al Falaq satu kali, serta surat An Nas satu kali. Begitu juga rakaat yang kedua. 

Setelah salam pada dua rakaat yang pertama, kemudian bangkit lagi untuk mengerjakan shalat awwabin yang kedua , dalam shalat yang kedua ini setelah membaca surat Al Fatihah diperbolehkan memcaca surat mana saja yang disukai. Baik pada rakaat yang pertama maupun yang kedua. 

Setelah salam pada dua rakaat yang kedua, kemudian bangkit lagi untuk mengerjakan shalat awwabin yang ketiga (rakaat yang kelima dan keenam) pada rakaat yng pertama setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Kafiruun. Dan rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas. 

Setelah selesai mengerjakan shalat Awwabin, hendaknya banyak banyak berdzikir kepada Allah SWT serta memohon ampunan-Nya. Selanjutnya ditutup dengan membaca doa menurut keinginan masing masing.

Referensi

Anda juga dapat membaca artikel mengenai sholat sunat sebagai referensi dan menambah wawasan Anda. Didalam artikel tersebut kami telah membahas mengenai tata cara sholat seta keutamaan keutamaannya.