Doa Niat Sholat Tarawih dan Zikir

I. Pengertian sholat tarawih


Kata Tarawih berasal dari bahasa arab yaitu bent]uk jama’ dari lafazh “Tarawihah” yang artinya istirahat. Dinamakan demikian karena orang orang yang mengerjakan sholat ini biasanya beristirahat dalam tiap tiap dua rakaat atau empat rakaat. 


Sedang menurut syara’ ( istilah ) shalat tarawih itu adalah shalat sunnat yang dikerjakan setiap malam bulan ramadhan, dan hukumnya sunnat muakkad, yaitu suatu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan untuk di kerjakan baik oleh kaum muslimin laki-laki maupun perempuan.


Shalat tarawih juga disebut dengan “Qiyamu Ramadhan” ( ibadah pada malam bulan ramadhan) yang pahalanya sangat besar sekali. Karenanya, maka Rosulullah SAW selalu menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengerjakan sholat tarawih. Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadist Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya sebagai berikut :

“ Barang siapa beribadah pada malam bulan ramadhan ( Shalat Tarawih ) dengan penuh keimanan serta ikhlas kepada Allah, maka akan diampuni segala dosa – dosanya yang telah lalu ”

Dan shalat tarawih ini boleh dilakukan secara sendirian maupun berjamaah. Namun lebih utama bila dikerjakan secara berjamaah.

II. Waktu dan bilangan rakaat shalat tarawih 

Shalat sunnat tarawih dikerjakan setelah melaksanakan shalat isya sampai terbitnya fajar di ufuk timur dan sebelum mengerjakan shalat witir di bulan ramadhan.

Bilangan rakaat sholat tarawih adalah dua puluh rakaat dengan tiap dua rakaat satu kali salam. Sebagaimana amalan yang telah di lakukan pada khalifah Umar Bin Khaththab r.a. berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma). Namun ada pula yang mengerjakan 8 rakaat dengan tiap 4 rakaat satu kali salam. Tujuan tidak lain adalah untuk menyiarkan malam Qiyamu Ramadhan. Sebagaimana yang telah dijalaskan di dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Malik yang artinya :

“ Adalah orang orang pada zaman khalifah Umar Bin Khaththab r.a. saat mengerjakan sholat malam di bulan Ramadhan ( shalat tarawih ) sebanyak 23 rakaat “


III. Tatacara shalat tarawih

Pada dasarnya mengerjakan sholat tarawih sama halnya mengerjakan sholat sholat sunnat lainnya. Hanya saja niatnya berbeda.

Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)

Niat shalat tarawih

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya. ( Lebih lengkapnya disini saudaraku : http://www.carasholatdhuha.com/2017/01/keanehan-anjuran-melafazhkan-niat.html )

IV. Doa sholat tarawih



doa sholat tarawih

Artinya:
"Wahai Allah! Jadikanlah kami orang-orangyang sempurna imannya, menunaikan kewajiban-kewajiban, memelihara shalat, menunaikan 
zakat, mehcari' anugerah yang adai di sisi Engkau, mengharap ampunan Engkau, berpegang teguh dengan petunjuk (Engkau), menjauhi kesia-siadn, zuhud di dunia, dan senangkepadaakhirat, rela terhadap keWhtuan (kepastian), bersyukur terhadap nikmat, 4 sabar terhadap cobaan, dan berjalan pada. hari kiamat di bawah panji penghulu kami, Nabi Muhammad saw,datang ke telaga (yang sejuk), masuk ke dalam sufga, selamat dari neraka, duduk di atas singgasana kemuliaan, menikah dengan bidadariyangcantik, menge-nakan pakaian dari sutera yang tip is dan tebal, memakan makanan surga, meminum susu danmaduyangjernih,dengan gelas,teko, dan piala dari mata airyang selalu mengalir, bersama orang-orangyang telah Engkau berikan nikmat, yaitupara nabi, shiddiqun, syuhada, dan orang-orang yang shaleh, mereka ituldh sebaik-baik teman, anugerah itudari Allah, dan cukuplah Allah YangMahaMengetahui. Dan segalapuji milik Allah, Tuhan semesta alam."

Tata Cara Shalat Witir

Shalat witir adalah shalat sunnat yang dekerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil. Adapun hokum mengerjakannya adalah sunnat muakkad. Artinya shalat sunnat yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam hadits Nabi SAW yang di riwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Tarmidzi yang artinya :

“ Sesungguhnya Allah itu satu (ganjil). Dia suka akan sesuatu yang ganjil (shalat witir) , maka dari itu , shalat witirlah kamu wahai ahli Quran “

Waktu dan bilangan shalat witir

  • Waktu shalat witir

Sebagaimana besar para ulama telah sepakat bahwa waktu mengerjakan shalat witir itu adalah setelah shalat isya sampai terbitnya fajar (sebelum masuknya waktu shalat subuh.

Sebagaimana sabda Nabi SAW yang artinya :

“ setiap malam Nabi SAW shalat witir, kadang kadan permulaan hari , pada tengah malam, dan pada akhir malam , witirnya berakhir pada waktu sahur.” ( HR Jama’ah yang bersumber dari ‘aisyah ra ) 

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW diatas terebut maka jelaslah bawawa waktu mengerjkan shalat witir itu adalah sesudah shlat isya sampai terbitnya fajar. Namun, bagi orang yang tidak biasa bangun pada tengah malam , mka shalat sunnat wittir itu utamanya dilaksanakan pada awal malam. Dan yang lebih utamanya lagi jika shalat witir itu dikerjakan setelah shalat malam , karena shalat witir itu sebagai penutup atau penyempurna shalat sunnat malam ( Qiyamul Laili ) baik setelah mengerjakan shalat tarawih maupun shalat Tahajjud.

Sebagaimana yang telah diterangkan di dalam hadits Nabi SAW yang artinya sebagai berikut : 

“ siapa saja di antara kamu yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam, hendaklah ia shalat witir, kemudian tikdur. Dan barang siapa yang percaya akan dapat bangun pada akhir malam, hendaklah ia shalat witir pada akhir malam itu, karena shalat witir pada akhir malam itu disaksikan dan demikian itu lebih utama.” ( HR Imam Ahmad, Muslim, Tarmidzi dan Ibnu Majjahdari shabat Jabir ra )

  • Bilangan rakaat shalat witir

Adapun bilangan rakaat shalat witir itu sedkitnya adalah satu rakaat dan sebanyak banyaknya adalah sebelas rakaat. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang artinya :

“ Adalah Rasulullah SAW biasa melakukan shalat 11 rakaat antara waktu setelah shalat isya sampai terbit fajar . Beliau salam setiap dua rakaat dan shalat witir 1 rakaat…” (HR Jamaah kecuali Imam Tarmidzi dari Aisyah ra )

Shalat witir dapat dikerjakan 1 rakaat, 3 rakaat, 5 rakaat, 7 rakaat, atau 9 rakaat dengan sekali salam. Sebagaimana yang telah diterangkan Nabi SAW yang artinya :

“Rasulullah SAW shalat witir 3 rakaat tanpa memisahkan antara rakaat rakaat tersebut.” (HR Imam Ahmad dari Aisyah)

Dan juga Nabi SAW yang artinya :

“ Jangan kamu shalat witir dengan 3 rakaat, tetapi shalat witirah kamu dengan 5 rakaat atau tujuh rakaat dan jangan kamu menyamakan dengan shalat maghrib”(HR Imam Daruquthni dengan sanad yang baik , dia berkata : “semua sanadnya terpercaya” , yang bersumber dari Abu Hurairah)

Adapun shalat witir 3 rakaat yang dilarang adalah shalat witir yang menyerupai shalat maghrib , yaitu memakai duduk tahiyyat awal. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad diatas tersebut, diamana Rasulullah SAW mengerjakannya tanpa memsahkan rakaat rakaatnya . Shalat witir tiga rakaat yang tidak menyerupai shalat Maghrib adalah tidak memakai dduk Tahiyyat awal.

Sedangkan pada shalat witir witir 7 rakaat , duduk Tahiyyat awalnya hanya dilakukan pada rakaat ke enam. Dan pada shalat witir 9 rakaat , duduk tahiyyat awal hanya dilakukan pada rakaat yang ke delapan.

Tatacara Shalat Wtir 

Tata cara mengerjakan shalat witir itu pada dasarnya sama dengan shalat shalat sunnat lain , hanya saja ada sedikit perbedaannya yaitu dalam niat. Apabila shalat witir itu dikerjakan dalam beberapa rakaat, maka sebaiknya dikerjakan tiap tiap dua rakaat satu kali salam dan yang terakhir satu rakaat .

Lafadz niat shalat witir

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya. ( Lebih lengkapnya disini saudaraku : http://www.carasholatdhuha.com/2017/01/keanehan-anjuran-melafazhkan-niat.html )


Keutamaan shalat witir dan shalat witir

Orang orang yang mengerjakan shalat tarawih dan witir dengan ikhlas semata mata karena iman kepada Allah SWT dan mengharap ridho-Nya , maka ia akan mendapatkan beberapa keutamaan dan pahala yang sangat besar sekali dari Allah SWT. Karna dalam shalat sunnat tarawih dan witir itu tersimpan dalam beberapa keutamaan dan pahala yang sangat besar , diantaranya sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“ Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla mewajibkan puasa ramadhan dan aku menyunahkan shalat (malam) pada bulan ramadhan (Shalat Tarawih). Oleh karena itu, siapa yang berpuasa dan melakaukan shalat malam karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, maka ia akan bersih dari segala dosanya sebagaimana pada waktu ia dilahirkan oleh ibuny.” (HR Imam Ahmad, Nasai dan Ibnu Majjah dari Adur Rahman bin Auf)

Video Shalat Witir dan Doa Qunut Syaikh Abdurrahman As-Sudais di Masjidil Haram Makkah (17 Ramadhan 1432 H)


Tata Cara Shalat Tahajjud dan Bacaannya

Shalat tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada waktu malam hari , tepatnya yaitu sesudah shalat isya sampai terbitnya fajar. Shalat tahajjud harus dilakukan sesudah tidur, walaupun tidurnya hanya sesaat.

Hukum dari shalat sunnat tahajjud adalah sunnah muakkad. Yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada para umatnya untuk senantiasa mengeerjakan shalat tahajjud. Karena di dalam shalat tahajjud itu memiliki keutamaan dan keistimewaan yang teramat banyak. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam firman-NYA yang artinya sebagai berikut :

“Dan pada sebagian malam hari bersembayang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu , mudah mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” 

Dan juga sabda Rasulullah SAW :

“ Kerjakan lah shalat malam karena shalat malam itu kebiasaan orang orang shaleh sebelum kamu dahulu. Juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kalian kepada Tuhanmu , juga sebagai penebus segala kejahatan (dosa) mencegah dosa serta dapat menghindarkan penyakit dari badan” (HR Imam Tarmidzi dan Ahmad)

Keutamaan shalat tahajjud

Beberapa keutamaan dari shalat tahajjud adalah sebagai berikut :

  • Bagi orang yang mau mengerjakan shalat tahajjud ia akan mendapat pahala shalat yang paling utama setelah shalat fardhu. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada sabda Nabi SAW yang artinya :

“ Rasulullah pernah ditanya : “Shalat apakah yang paling utama setelah shalat fardhu ?”. Sabdanya: “Shlat tengah malam (laili) “ (HR Jama’ah kecuali Imam Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah ra)

  • Akan menjadi orang yang paling dekat dengan Allah SWT sebagaimana yang telah diterangkan dalam sabda Nabi SAW yang artinya :

“Allah paling dekat dengan hambanya yang pada akhir pertengahan malam. Oleh karena itu jika kamu sanggup untuk menjadi orang yang mengingat Allah pada saat itu , maka kerjakanlah.” (HR Imam Tarmidzi dari ‘Amr bin ‘Abdah ra )

  • Akan menjadi orang yang selalu dicintai oleh Allah SWT
  • Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Manfaat shalat tahajjud

Adapun manfaat shalat tahajjud bagi orang orang yang mengerjakannya adalah sebagai berikut :

  • Akan menjadikan memiliki sifat rendah hati. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya,

“Dan Hamba hmba tuhan yang maha penyayang itu (adalah) orang orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang orang orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”.

  • Akan menjadikan pelakunya sebagai seorang yang selalu mensyukuri nikamat Allah SWT. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang artinya :

“Sungguh Rasulullah SAW berdiri dan shalat hingga kedua telapak kakinya atau kedua betisnya bengkok. Maka jawabnya :Bukankah aku ini seorang hamba yang banyak bersyukur”. (HR Jama’ah kecuali Imam Abu Dawud yang bersumber dari Mughirah bin Sya’bah ra)

  • Dapat melepaskan simbulgodaan syaitan (mengusir syaitan) serta menjadikan badan segar dan penuh semangat.

Waktu shalat tahajjud

Shalat tahajjud dikerjakan pada waktu malam hari setelah shalat isya sampai terbit fajar ( masuknya shalat subuh) . Namun sepanjang malam itu terdapat bagian bagian dari malam yang sangat mustajab , malam yang sangat utama untuk mengerjakan shalat tahajjud yaitu kira kira dari pukul 01.00 ampai terbitnya fajar ( masuknya waktu shalat subuh ) . Sebagaiman sabda Rasulullah SAW dalam sabdanya yang artinya :

“Tuhan kami turun ke dunia , ketika tinggal sepertiga malam terakhir , kemudian berfirman : “ Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta pasti aku beri, siapa yang memohon ampun pasti Aku ampuni, sampai terbit fajar “

Yang dimaksud turun ke langit dunia itu adalah permintaan allah SWT dalam mengabulkan permohonan orang yang suka bangun malam dan mengerjakan shalat tahajjud serta memohon apa yang dihajatkan, adalah sangat diperhatikan dan mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Bilangan atau jumlah rakaat shalat tahajjud.

Jumlah rakaat atau bilangan rakaat shalat tahajjud itu sekurang kurangnya dua rakaat dan sebanyak banyaknya tidak terbatas. 

Tatacara shalat tahajjud

Tata cara mengerjakan shalat sunnat tahajjud itu pada dasarnya sam saja halnya mengerjakan shalat shalat sunnat lainnya. Perbedaannya hanya terdapat pada lafadz niatnya saja.

Lafadz niat shalat tahajjud

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya. ( Lebih lengkapnya disini saudaraku : http://www.carasholatdhuha.com/2017/01/keanehan-anjuran-melafazhkan-niat.html )

Doa shalat tahajjud





Video Tutorial Sholat Tahajjud

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara mengerjakan sholat tahajud, maka kami telah menyiapkan video tutorialnya dibawah ini. Silahkan ditonton dan dipahami. 

Shalat Antara Adzan Dan Iqomah

Shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain

Yang dimaksud dengan shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah shalat sunnat yang pelaksanaannya itu ada kaitannya atau berhubungan dengan ibadah ibadah yang lain.


Adapun shalat (sunnat) yang termasuk dalam kategori shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah sebagai berikut :


Untuk penjelasan mengenai shalat shalat sunnat yang lebih rinci, silahkan klik link link di atas . Smoga bermanfaat dan terimakasih . 

Shalat antara adzan dan iqomah


Shalat antara Adzan dan IqomahAdalah shalat sunnat yang dikerjakan antara waktu sesudah dikumandangkannya adzan sampai akan dikumandangkannya iqomah. Shalat ini hukumnya ghairu muakkad yaitu sunnat yang tidak diutamakan untuk dikerjakan. 

Sebagaimana yang telah di terangkan di dalam hadits Nabi SAW yang artinya sebagai berikut :

“Antara setiap Adzan dan Iqomah itu ada shalat, bagi siapa yang mau” (HR Imam Ahmad, Buhari an Muslim,dari shahabat Abdullah bin Mughaffal ra)

Bilangan rakaat shalat antara adzan dan iqomah



Bilangan rakaat shalat sunnat antara adzan dan iqomah itu pling sedikitnya adalah dua rakaat dan sebanyak banyaknya tidak terbatas menurut pelakunya.

Tata cara mengerjakan shalat antara adzan dan iqomah


Adapun cara mengerjakan shalat sunnat antara adzan dan iqomah itu pada dasarnya sma dengan shalat shalat sunnat ainnya, hanya saja niatnya yang berbeda. 

Setelah mengerjakan shalat sunnat antara adzan dan iqomah hendaklah memperbanyak membaca dzikir , istighfar memohon ampun kepada Allah SWT.

Referensi

Anda juga dapat membaca artikel mengenai sholat sunat sebagai referensi dan menambah wawasan Anda. Didalam artikel tersebut kami telah membahas mengenai tata cara sholat seta keutamaan keutamaannya.

Tata Cara Shalat Intizar

Shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain

Yang dimaksud dengan shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah shalat sunnat yang pelaksanaannya itu ada kaitannya atau berhubungan dengan ibadah ibadah yang lain.

Adapun shalat (sunnat) yang termasuk dalam kategori shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah sebagai berikut :

Untuk penjelasan mengenai shalat shalat sunnat yang lebih rinci, silahkan klik link link di atas . Smoga bermanfaat dan terimakasih .



SHALAT INTIZHAR

Yaitu shalat sunnat yang dikerjakan pada waktu masuk masjid saat menanti datangnya khatib shalat jumat atau shalat sunnat yang dikerjakan sebelum khatib naik ke atas mimbar untuk membacakan khutbahnya. Hukum mengerjakan shalat intizhar yaitu sunnat muakkad , merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.

Bilangan rakaat shalat intizhar


Bilangan rakaat shalat intizhar itu sedikitnya adalah adalah dua rakaat dan sebanyak banyaknya tidak terbatas. 

Tata cara mengerjakan shalat intizhar


Adapun cara mengerjakannya itu pada dasarnya sama dengan shalat shalat sunnat lainnya , hanya saja niatnya berbeda.


Keutamaan shalat intizhar


Sebagaimana shalat shalat sunnat lainnya , shalat sunnat intizhar juga mempunyai keutamaan yang sangat besar. Diantara keutamaan itu yaitu, bagi orang yang mengerjakannya maka dosa dosanya pada hari jumat pada waktu itu sampai hari jumat brikutnya akan diampuni oleh Allah SWT . Ditambah lagi tiga hari berikutnya. Sebagaimana yang telah diterangkan didalam sabda nabi SAW yang artinya :

“Barang sapa yang mau mandi pada hari jumat, lalu shalat Intizhar menurut kemampuannya, kemudian shalat bersamanya , ia akan diampuni dosa dosanya antara jumat itu dan hari jumat berikutnya , ditambah tiga hari”. (HR Imam Muslim, dari Abu hurairah)

Referensi

Anda juga dapat membaca artikel mengenai sholat sunat sebagai referensi dan menambah wawasan Anda. Didalam artikel tersebut kami telah membahas mengenai tata cara sholat seta keutamaan keutamaannya.

Shalat Antara Maghrib Dan Isya ( AWWABIN )

Shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain

Yang dimaksud dengan shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah shalat sunnat yang pelaksanaannya itu ada kaitannya atau berhubungan dengan ibadah ibadah yang lain.

Adapun shalat (sunnat) yang termasuk dalam kategori shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah sebagai berikut :
Di dalam blog ini akan kami bahas secara rinci mengenai shalat shalat shalat tersebut. Akan tetapi, untuk kali ini kami akan membahas mengenai shalat : 

SHALAT ANTARA MAGHRIB DA ISYA ( AWWABIN)

Shalat awwabin adalah shalat sunnat yang dikerjakan setelah mengerjakan shalat sunnat ba’diah maghrib dan huumnya adalah sunnat ghoiru muakkad, namun tidak ada hadits yang menerangkan hal tersebut secara jelas. Namun, daripada waktu yang kosong itu digunakan untuk hal hal yang tidak berguna, alangkah baikny jika kita mengerjakan shalat awwabin dan memperbanya dzikir kepada Allah SWT. Sebuah hadits yang bersumber dari Hudzaifah ra telah menerangkan bahwa :



“Aku (Hudzaifah ra) pernah shalat maghrib bersama Nabi SAW kemudian setelah beliau shalat , beliau berdiri lagi untuk mengerjakan shalat, dan beliau senantiasa mengerjkan shalat tersebut sampai shalat isya, baru kemudian beliau keluar” (HR Imam Ahmad dan Tarmidzi)



Bilangan rakaat shalat Awwabin


Bilangan rakaat shalat awwabin itu paling sedikit dua rakaat dan sebanyak banyaknya enam rakaat.

Tata cara shalat awwabin


Berdasarkan kesepakatan para Ahli Fiqih ( ittifaq Fuqoha' ), letak niat ada di dalam hati ( wajibnya ). Dan menurut Jumhur Fuqoha' ( mayoritas Ahli Fiqih ) kecuali Maliki, bahwa " pengucapan" niat dengan lisan hukumnya sunnah, hal ini karena membantu hati dalam merealisasikan niat tersebut. Agar pengucapan dan pelafalan itu membantu " daya ingat", sedangkan Maliki tidak memandangnya sunnah karena tidak manqul dari Nabi saw. (Sumber : mudarosahkajianfiqih.blogspot.com)

Adapun pengerjaan shalat awwabin itu sendiri pada dasarnya sama dengan shalat shalat sunnat lainnya.hanya saja niatnya yang berbeda. 

Niat cukup dalam hati karena niat sendiri berarti ilmu atau mengetahui. Maka setiap orang yang mengetahui melakukan ibadah shalat, maka ia sudah disebut berniat. Tidak perlu ada lafazh niat di lisan karena tidak ada satu dalil dari Al Qur’an dan hadits pun yang membicarakan anjuran tersebut. Masalah niat ini berlaku bagi shalat dan ibadah lainnya. ( Lebih lengkapnya disini saudaraku : http://www.carasholatdhuha.com/2017/01/keanehan-anjuran-melafazhkan-niat.html )

Disamping itu ada juga sedikit perbedaan pada bacaan surat yang yang dibaca setelah surat Al Fatihah . dimana dalam shalat awwabin setelah membaca sural Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas sbanyak enam kali dan surat Al Falaq satu kali, serta surat An Nas satu kali. Begitu juga rakaat yang kedua. 

Setelah salam pada dua rakaat yang pertama, kemudian bangkit lagi untuk mengerjakan shalat awwabin yang kedua , dalam shalat yang kedua ini setelah membaca surat Al Fatihah diperbolehkan memcaca surat mana saja yang disukai. Baik pada rakaat yang pertama maupun yang kedua. 

Setelah salam pada dua rakaat yang kedua, kemudian bangkit lagi untuk mengerjakan shalat awwabin yang ketiga (rakaat yang kelima dan keenam) pada rakaat yng pertama setelah membaca surat Al Fatihah dianjurkan untuk membaca surat Al Kafiruun. Dan rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah, dianjurkan untuk membaca surat Al Ikhlas. 

Setelah selesai mengerjakan shalat Awwabin, hendaknya banyak banyak berdzikir kepada Allah SWT serta memohon ampunan-Nya. Selanjutnya ditutup dengan membaca doa menurut keinginan masing masing.

Referensi

Anda juga dapat membaca artikel mengenai sholat sunat sebagai referensi dan menambah wawasan Anda. Didalam artikel tersebut kami telah membahas mengenai tata cara sholat seta keutamaan keutamaannya.

Niat sholat iftitah

Shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain

Yang dimaksud dengan shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah shalat sunnat yang pelaksanaannya itu ada kaitannya atau berhubungan dengan ibadah ibadah yang lain.

Adapun shalat (sunnat) yang termasuk dalam kategori shalat sunnat yang berhubungan dengan ibadah yang lain adalah sebagai berikut :

D idalam blog ini akan kami bahas secara rinci mengenai shalat shalat shalat tersebut. Akan tetapi, untuk kali ini kami akan membahas mengenai shalat : 

Shalat iftitah

Shalat iftitah adalah shalat sunnat yang mengawali shalat lail (Tahajjud) , dengan kata lain shalat sunnat iftitah itu shalat sunnat yang dikerjakan sebelum mengerjakan shalat malam (Tahajjud) . Dan hukumnya adalah sunnat, sebagaimana yang tlah diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang bersumber dari Sayyidah Aisyah ra :

“Adalah Rasulullah SAW apabila hendak shalat lail beliau senantiasa mengawali shalatnya dengan shalat dua rakaat yang singkat” (HR Imam Ahmad dan Muslim)

Bilangan rakaat shalat iftitah

Bilangan rakaat shalat iftitah adalah dua rakaat dan dikerjakan dengan singkat . Yang dimaksud dengansingkat disini adalah dengan membaca surat surat pendek.

Cara mengerjakan shalat iftitah

Adapun cara mengerjakan shalat sunnat iftitah itu pada dasarnya sama dengan shalat shalat sunnat lainnya, hanya saja niatnya berbeda.

Referensi

Anda juga dapat membaca artikel mengenai sholat sunat sebagai referensi dan menambah wawasan Anda. Didalam artikel tersebut kami telah membahas mengenai tata cara sholat seta keutamaan keutamaannya.